Review Day 1 bisa klik di SINI
--------------------------------------

Kami melewati malam dengan merasakan tidur bertemankan suara laut. Ketika bangun subuh, langsung terlihat keindahan pemandangan alam dari tempat tidur. Sholat dengan tiupan angin laut menerpa mukena, sungguh pengalaman yang indah. Indah untuk pasangan suami isrti seperti kami, dan indah menikmati ciptaan Tuhan.

Subuh berlalu, dan warna bumi semakin terlihat mempesona. Di sini, waktu terasa berjalan cukup lambat. Berbeda dengan di kota, yang seakan waktu begitu cepatnya berlalu. Sejak bangun subuh sambil menunggu waktunya sarapan pagi, kami punya banyak waktu santai di balkon kamar. 


Di tulisan artikel sebelumnya, Aku sudah memberikan informasi biaya menginap di sini beserta fasilitas yang diapat. Untuk menginap berdua dengan biaya 5 jutaan di pulau private ini, bisa dibilang cukup sesuai. Tapi memang, kalau kita berangkat dengan anak-anak, berhubung hitungan per orang, maka jika menambah 5-6 jutaan lagi untuk menginap di sini dengan kamar yang sama, lumayan jadi mahal ya hitungannya. Jadi saranku, walaupun kalian pergi sekeluarga, ya tetap aja mengambil 2 kamar, karena hitungannya bukan per kamar melainkan per orang. 

Melanjutkan cerita dengan sarapan. Sebenarnya, menu sarapannya banyak, tapi karena aku tidak terbiasa sarapan pagi sekali, jadi hanya mengambil sedikit saja. Buah, sayuran, jus, dan minuman lainnya lengkap. Kami memilih spot sarapan menghadap laut. Setelah malamnya tidur berhadapan dengan laut, sarapanpun nikmat jika menghadap ke laut begini. Sesekali melihat ikan-ikan kecil berenang di dalam air.




Rencana pagi setelah sarapan adalah berlanjut dengan kencan sambil berlayar dengan kayak. Tentunya hanya mendayuh di area yang dangkal saja. Walau menggunakan pelampung, tapi ya serem juga kalo tetiba si kayak terbalik saat di tempat yang dalam xixixixi.


    

Video lengkap bisa dilihat di sini ya: Channel Pida Fida

Kira-kira setengah jam lamanya kami menghabiskan waktu bermain kayak. Menyeberang ke Pulau Macan Gundul juga sebenarnya bisa menggunakan ini, tapi berhubung kami sudah ke sana di hari sebelumnya, jadi kami hanya menikmati aja berada di tengah laut dan di antara pulau-pulau kecil. 

Selesai berkayak, lanjut menikmati bergelas-gelas jahe panas di kafe tempat kami sarapan tadi. Masya Allah ya, hidup berasa tanpa beban, kerjaannya cuma makan, tidur, main, dan pacaran (halal). πŸ˜‚


Jam 10 pagi, kami kembali ke kamar. Ada satu area yang belum kami nikmati, yaitu nyemplung ke air laut yang di depan kamar. Berhubung waktu checkout masih lama (jam 14.00), kami bermain air lagi di depan kamar. Duh, serasa pulau pribadi. Mandi di laut langsung dari balkon kamar ini belum pernah kami rasakan sebelumnya. 






Biawak

Jangan heran ya kalau lagi jalan menuju ke kamar atau sebaliknya, tiba-tiba ada biawak. Karena biawak memang dibiarkan berkeliaran di pulau ini. Menurutku untuk menjaga ekosistem juga sih. Kabarnya ular takut dengan biawak. Tapi biawak takut sama manusia. πŸ˜‚
Bahkan, di hari pertama, saat baru memasuki ke kamar, tiba-tiba muncul biawak di area balkon. Tapi waktu kami datangi, biawaknya kabur xixixixi. 

Makan Terakhir Sebelum Kembali ke Depok

Di artikel Day 1 postingan sebelumnya, aku mengatakan bahwa makanan yang di masak oleh chef di pulau ini, enak sekali. Semuanya serba segar. Ikannya segar, buahnya segar, sayurnya segar. Jadi, sesi makan ini termasuk yang kami tunggu-tunggu. Apalagi saat-saat kami harus menikmati makan siang terakhir kami sebelum kembali ke Depok. 




Semoga, suatu waktu jika ada rejeki lagi, kami ingin kembali ke pulau ini bersama anak-anak. Insya Allah. 
Oiya, saat kami kembali ke dermaga Marina, alhamdulillah tidak ada ombak alias mulus dan tenang airnya. Bahkan aku bisa tertidur selama menyeberang.

Tambahan:
- Bagi kalian yang takut ombak saat naik kapal, sebaiknya memilih waktu di musim kemarau. 
- Jangan terlalu banyak membawa snack tambahan, karena makanan di sana cukup mengenyangkan, dan bisa pesan makanan ringan juga di cafe nya. 
- Sering-seringlah melihat ke IG officialnya Pulau Macan untuk melihat promo yang sedang berlangsung. 



20 Komentar

  1. lumayan mahal ya? Dulu kami menyewa cottage, hitungannya ya per cottage

    tapi terbayarkan dengan keindahan pantai ya mbak?

    Duh kepulauan seribu emang destinasi impian

    BalasHapus
  2. Menarik bisa menyewa di tempat wisata dengan keindahan alam laut langsung. Desiran ombak laut terdengar bergantian bunyi. Tempatnya bagus.

    BalasHapus
  3. Nggak berani lihat angkanya di hari begini πŸ˜…πŸ˜…. Btw, itu lautnya cantik banget. Jernih, bersih.

    BalasHapus
  4. Sudah beberapa kali liat postingan tentang resort di Pulau Macan, kayak di IG nya Mariscka Prudence, kece banget, dan so alami, karena desain cottagenya terbuka banget, berasa menyatu dengan alam. Cuma, beberapa kali pula aku liat ada biawak datang, mondar mandir, dan karena aku takut reptil, entah itu ular, biawak, buaya, aku mikir buat nginap di tempat ini haha. Kalau ada yang lebih tertutup, aku pilih yang lebih tertutup. Tapi view dan suasananya memang asyik banget

    BalasHapus
  5. Ternyata masih ada bagian 2 nya, kemarin baca bagian satu udah mupeng. Ini baca lanjutannya makin mupeng.

    Tapi kalau naik kayak, sepertinya nggak berani. Mana ukurannya pas cuma selebar pinggang gitu.

    BalasHapus
  6. Airnya jernih banget ya mbak. Sesuai lah biayya dengan pelayanan serta pemandangan yg didapat. Rasanya puas banget kali ya mbak setelah liburan pikiran jadi segar

    BalasHapus
  7. ah worth it banget ya mbak, dgn harga segitu bisa menikmati view sekece ini, emang enak buat
    liburan atau bisa juga buat honeymoonn ya mbak
    hehe

    BalasHapus
  8. Bagus banget viewnya Mba, tapi saya jadi teringat rumah nenek saya di Sulawesi, balkon belakangnya menghadap laut, kalau mau mandi di laut, tinggal turun dan melewati pasir pantai.

    Cuman memang saya agak trauma main air laut, gara-gara dulu pernah renang gitu, trus kayaknya pipi saya kena ubur-ubur deh, untung bekasnya bisa hilang :D

    btw, kalau untuk honey moon, enakan ke sini ya, jadi kayak laut punya berdua hihihi

    BalasHapus
  9. Ulalaaa, ini desain cottagenya kece ya mbaaaa,
    terbuka banget, berasa menyatu dengan alam.
    Aduuh kapan2 aku mau ke sini aakkk

    BalasHapus
  10. Aduhh mbak Fida main langsung nyebur ke laut aku yang degdegan πŸ˜„πŸ˜„ ok fix aku nunggu musim kemarau aja kalo kesanaπŸ˜‚πŸ™ˆ

    BalasHapus
    Balasan
    1. ke sana yuk Rafa, sayapun pinginnn

      bener ya, paling cocok musim kemarau

      Hapus
  11. Pulau macan bisa banget jadi destinasi untuk menguatkan hubungan dengan pasangan ya, mba. Penginapannya romantis banget, lautnya bersih, kalau cuaca lagi bagus, nyemplung bolak balik ke laut udah kebayang serunya.

    BalasHapus
  12. Naik kayak nya juga udah bikin deg-degan, untung ada tips nya untuk memantau cuaca dulu nih dan memilih musim kemarau ya agar lebih aman juga

    BalasHapus
  13. Aku mungkin teriak nih kalau nemu biawak. Tapi biawak juga takut manusia hehehhe. Btw, makanan yg disediakan hotelnya banyaak banget mba. Berasa kayak punya pulau sendiri ya

    BalasHapus
  14. Pulau Macan tidak menakutkan sebagaimana namanya. Bisa jadi tujuan untuk liburan bareng keluarga juga ya.
    Dulu pernah ke kepulauan seribu itu ke Tidung aja. Coba kelak eksplorasi pulau lainnya. Aamiin...

    BalasHapus
  15. Tempat ini sudah masuk bucket list saya selama bertahun-tahun. Pengeeenn banget kesini setidaknya selama 3 hari 2 malam. Menikmati deburan ombak setiap saat, main air sepuasnya, mbaca, ngopi dan honeymoon entah keberapa kali dengan suami.

    BalasHapus
  16. Harganya mahal tapi terbayar dengan view-nya yang sangat menawan.

    BalasHapus
  17. Dua kepala 5 juta! Duh kalo saya pasti mikir ulang, mending berangkat ke Belitung sekalian hahahaha
    Tapi kalau mau cari yang dekat emang ya Kepulauan Seribu is the best!

    Pacaran halal enaknyoooo

    BalasHapus
  18. Saya pas bagian biawaknya kayaknya bakal deg-degan. Meskipun pada akhirnya biawaknya yang kabur kalau lihat manusia :D

    BalasHapus
  19. Ulala kece badai.. tapi harga lumayan ya hehe

    BalasHapus