Healing Space adalah area yang dapat menentramkan rasa, pikiran, dan hati. Serta dapat memunculkan kembali energi dan semangat untuk memulai hari. Tak harus mempunyai lahan yang sangat luas untuk bisa menciptakan "healing space".

Salah satu yang aku syukuri sejak pindah ke rumah ini, adalah walau dengan luas lahan yang seadanya, akhirnya kami bisa menciptakan "healing space" di beberapa tempat. Tidak, tanah kami tidaklah luas. Masih standar dan bagiku ini sudah sangat cukup.
Yang aku syukuri, impianku dikabulkan Allah ... yaitu membunyai taman terbuka di dalam rumah yang dapat menebarkan cahaya dan sejuknya ke seluruh ruangan.
Memang, taman ini menebarkan cahaya dan udaranya ke area dapur dan ruang tamu.

Setiap hari, menjadi tempat kami menyeruput kopi di pagi dan sore hari. Bercerita, mengumpulkan ide, melewati bersama masa-masa pandemi ini. Melihat ke atas, menuju birunya langit. Mendengar kicau burung yang wara-wiri atau hinggap di dahan pohon Durian tetangga, yang daun keringnya selalu jatuh ke sini dan menambah kesempurnaan lukisan alami taman ini.

Yang jika hujan, kami dapat menatapnya dari dalam, dari balik pintu kaca. Sambil menikmati musim lain yang diberikan Allah. Mendengar suara rintiknya, juga sejuknya udara yang tertebar ke seluruh ruangan.



Healing Space



Apa itu conwood? ⁣
Conwood adalah campuran fiber semen dan selulosa yang dihasilkan melalu proses ramah lingkungan. ⁣
Bentuk dan tekstur conwood seperti kayu, maka bisa dijadikan pengganti kayu untuk elemen bangunan eksterior maupun interior. ⁣

Conwood banyak digunakan sebagai anak tangga, lantai taman dan sebagainya. Sebab teksturnya yang seperti kayu, jadi saat dicat berwarna kayu (coklat), ya kelihatan seperti kayu. ⁣
Tipe conwood berbeda-beda sesuai peruntukanya.  Tipe Decorative Deck adalah untuk lantai, sedangkan untuk tangga namanya Decorative stairs

Kelebihan conwood untuk taman adalah tahan air dan panas matahari. ⁣

Yuk intip lantai taman ini sebelum menggunakan conwood

Taman sebelum dipasang lantai conwood


Taman ini letaknya di dalam rumah. Tepatnya di depan dapur dan di sebelah ruang tamu/keluarga. Nah, tempat aku berdiri untuk jepret itu adalah area dapur... berhadapan langsung dengan taman. ⁣


Sengaja lebih fokus taman di dalam rumah ketimbang di luar. Karena kami bukan tipe yang suka duduk-duduk di teras. Dan jarang sekali keluar sore-sore ke depan rumah. Yang ada semuanya betah aja di dalam. ⁣

Nah, mengingat karakter sekeluarga yang begini, maka kami lebih fokus area dalam dulu ketimbang area luarnya. ⁣
Dan berhubung aku dan suami suka ngopi-ngopi, maka dibuatlah area ini, untuk "coffee time". ⁣

Jadi seringnya di pagi, sore, atau malam hari, terlebih selama di rumah aja, aku dan suami menyeruput kopi di sini. Anak-anak juga sih... tapi harus dipanggil dulu.. ⁣
Kalo nggak .. pada betaah aja di dalam kamar. πŸ˜‚⁣

Segala sesuatunya harus melalui proses yang bertahap, barulah terasa indahnya. Begitu bukan?

Taman mini di dalam rumah ini terhubung langsung dengan ruang tamu dan dapur. ⁣

Dari dulu memang ingin sekali punya rumah yang serba tebuka. Ada taman di dalamnya, jadi aku tak perlu memakai jilbab dan pakaian full tertutup untuk bersantai sambil ngopi-ngopi sore. ⁣

Teman-temanku yang datang ada juga yang bertanya, “Ini nggak ditutup atasnya, da? Kalo hujan?”⁣

Iya nggak ditutup atasnya, namanya juga void. Dan kalo hujan ya hujan aja. Justru memang mengharapkan bisa melihat hujan langsung dari ruangan di dalam yang berbatas pintu-pintu kaca. ⁣
 
Dan jika ada teman paksu yang datang, mereka juga bebas kalau mau merokok di sini, lalu para istri di ruang dalam.⁣

Oya, jujur, suamiku masih merokok walau nggak di dalam rumah dan di depan anak-anak. Tapi kalau ada temannya datang ya pasti merokok juga.⁣

Kembali ke Conwood

Aku senang jika informasi yang aku bagikan di Instagram ternyata bermanfaat. Terkadang, banyak juga yang ingin tahu lebih detil, dan menanyakannya lebih lanjut Via Direct Message (DM). Dan pastinya aku akan senang hati menjawab.⁣

Beberapa pertanyaan dan info tersebut akan aku tuangkan dalam tulisan ini ini ya. Semoga bisa bermanfaat juga buat yang lain.⁣

πŸ•  Berapa banyak conwood dan biaya yang dibutuhkan untuk membuat sebuah taman? ⁣

Jawab: ⁣
Kemarin kami memakai yang tipe decorative deck 6” 25 mm. 6 inch itu lebarnya, 25 mm tebalnya. ⁣
Isi per-pack 2 batang @ 536 ribu dengan panjang 3 meter. Menurut spesifikasi detailnya, butuh 2,15 buah permeter persegi. ⁣
Jadi perkiraan harga permeter conwoodnya saja sekitar Rp 600 ribu. ⁣

Sebelum membeli, sebaiknya diukur detil panjang dan lebar ruangannya. Perkirakan posisi letak sambungan jika panjang dan lebar ruangan lebih dari 3 meter. Apakah sudut ruangan benar-benar siku. Ini penting agar tidak mubazir dengan hasil yang memuaskan.⁣

πŸ•  Apa kelebihan Conwood dan terbuat dari apa? ⁣

Conwood terbuat dari fiber semen dan campuran selulosa. Kabarnya, unsur dan proses campurannya ini ramah lingkungan. ⁣

Conwood sering dipakai untuk menggantikan material kayu yang kadang lapuk jika terkena panas, hujan, dan bahkan rayap.⁣

Sebelum dicat, conwood berwarna seperti semen. Tinggal kita pilih warna cat kayu yang kita inginkan. ⁣
Di rumahku, ada 2 area yang pakai conwood. Yaitu, tangga dan taman. Untuk tangga, kami memilih warna kayu coklat tua. ⁣

Kelebihan Conwood adalah cocok dipakai indoor dan outdoor, juga aman dari rayap. ⁣




Tahap pengerjaan taman

πŸ• Berapa luas tamannya? ⁣

Luas totalnya 3x5 m. ⁣
3x3 adalah luas yang dipasang conwood, sedangkan sisanya 3x2 m tetap kami gunakan paving block sebagai area resapan air. ⁣ Paving block ini digunakan sampai di depan rumah. Jadi garasi dan area depan teras semua menggunakan paving block agar ada area sistem resapan airnya. Ini gunanya agar air sumur di rumah selalu jernih, ramah lingkungan, menghindari banjir juga ya.⁣



⁣πŸ“Kemana alir mengalir saat hujan? Tempiaskah?

Foto di bawah ini kelihatan ada air bekas aku menyiram bunga mengalir menuju ke bawah kendi. Nah, di sanalah hole drain sekaligus bak kontrol nya.
Saluran pembuangan air menggunakan pipa 2 bh pipa berukuran 10". Dengan kedalaman 50 cm. Kondisi ini kami anggap cukup karena kontur tanah kami yang lebih tinggi daripada sekitar.




πŸ“ Nah lanjut ke pertanyaan "Tempias nggak kalo hujan?".

A: Untuk yang di posisi pintu kaca ke ruang tamu, itu nggak tempias, malah saat hujan bisa membuka pintunya lebar-lebar kalau mau.
Tapi kalau yang di pintu kaca ke arah dapur, ini sedikit ada tempasnya. Jadi lebih aman ditutup aja pintu kacanya.
Sebab cor-coran teras di lantai 2 nya lebih lebar di area yang ke arah ruang tamu. 




πŸ“ Apakah nggak panas duduk di sana?

A: Alhamdulillahnya, area ini hanya terik di jam 11 sampai jam 1 saja. Sebelum dan setelahnya sudah adem lagi. Jadi, memang waktunya sangat cocok untuk santai sambil ngopi di pagi dan sore hari, ditambah lagi ada banyak pepohonan yang menjulang dari tanah sebelah. Jadi masih banyak suara burung terdengar.

πŸ“ Apakah conwood licin saat dipel atau baru kena hujan?

A: Dari pengalamanku menggunakan conwood untuk tangga dan taman, insya Allah nggak licin. Sebab conwood ini bertekstur layaknya kayu. Ditambah lagi conwood ini cepat kering walau setelah turun hujan.
Jadi, cara membersihkannya juga mudah banget. Gampang disapu, dipel, atau disiram air.

πŸ“ Rangka pintu kaca itu terbuat dari apa? Berapa biayanya?


A: Dari Aluminum. Untuk biayanya akan dibahas dipostingan lain ya



Di sinilah area healing space ku, tempat nge-date berdua suami, dan juga menulis blog seperti sekarang ini. 

Masya Allah Tabarakallah. 

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi yang membaca atau yang sedang mencari inspirasi membuat taman.

      




Info soal taman dan conwood juga bisa dengan melihat Highlight di Instagramku: @pidafida




20 Komentar

  1. Suka sekali dengan desian rumahnya kk fida ini. aku sering kepoin instagram kak lho. Rasanya pengen juga nanti bikin rumah seperti itu. Saat ini kami masih tinggal di perumahan yang desainnya masih bawaan developer, jadi emang kurang dengan yang kami inginkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih udah mau kepoin mbak... smoga bermanfaat yaa

      Hapus
  2. huhuhu cakep bangeeeeetttt. suka nuansa woody gini. nyontek ah.. masuk daftar impian dulu.

    btw aman ga ya kl penghuninya pasukan kucing?

    BalasHapus
  3. Seperti di hotel atau semacamnya conwood ini jika dihadirkan di rumah. Bisa mengurangi kepleset setidaknya.

    BalasHapus
  4. Saya pikir conwood ini pure kayu. Rasanya agak riskan ditaru di outdoor. Soalnya mudah lapuk. Ternyata ini tuh campuran ya. Pantas apik sekali ditata di taman luarnya mba.

    BalasHapus
  5. Hai mbak FIda.....aku sering lihat foto2 rumahmu di IG loh :) Desainnya cakep, perabotan rumahnya minimalis tapi cantik. Jadi betah deh semua penghuni rumahnya yach. Serba detail iniiii kudu pelan tapi pasti mengerjakannya. Inspiratif sekali!

    BalasHapus
  6. Dari web ini akhirnya aku kepo ke IG nya mba Fida, asri banget rumahnya mba.. aku jadi pengen poto2 di sana haha... :)

    BalasHapus
  7. Masya Allah... cantik banget mbak. Simple and chic. Kesannya manjadi lebih bersih dan asri ya. Keren deh yang merancang nih.

    BalasHapus
  8. Aku pengikut setiaa mbaa fida di instagram hehe sukaaa sekali sama desain dan penataan rumahnyaa mbaa. Healing banget bisa menghabiskan sore sambil bincang" dengan secangkir coklat hangaat hehe

    BalasHapus
  9. Wah, seru juga ya kak punya ruang terbuka di rumah, apalagi kalau sudah dibuat pakai conwood ini, jadi lebih adem, nyaman, dan keren banget ya. Berasa ada di cafe jadinya.πŸ˜„

    BalasHapus
  10. Kece buangeett ini mbaaa
    aku bakal follow IG kamu mba
    Super duper inspiring!

    BalasHapus
  11. Coffee time di area 3x5 m2 kayak gini aja cakep bener mbak hehehe :) Bisa betah berlama2 duduk dan menikmati kesendirian atau bahkan ngobrol bareng teman atau anggota keluarga. Kelihatan bersih dan terawat sekali rumahnya :)

    BalasHapus
  12. Walaupun hujan nggak bermasalah juga ya, karena tetep meresap airnya, sehingga tidak membuat genangan. Idenya oke juga kak, biar bisa jadi tempat pepotoan dengan cahaya ilahi πŸ‘

    BalasHapus
  13. Sangat menarik ya conwood, saya juga ingin bikin ruang terbuka Seperti ini

    Awalnya ingin pakai batu alam, sekarang ada alternative lain

    BalasHapus
  14. Wah kece badai gini conwoodnya kak... Cozy banget ya buat di rumah suasananya berubah menyenangkan jadinya.

    BalasHapus
  15. Cakep banget desainnya, Mbak. Saya suka deh desain rumah yang tidak luas tetapi cantik begini. Bikin nyaman bagi penghuninya

    BalasHapus
  16. Masya Allah sukaa abanget dengan healing spacenya, salah satu impianku saat nanti terwujud punya rumah sendiri ya seperti ini, punya ruang terbuka di dalam rumah

    BalasHapus
  17. Cantik banget Mbak Healing Space nya. Kehadiran Conwood menjadikan area itu terlihat nyaman dengan nuansa alam yang tergantikan dengan baik.

    Kalau Mbak Fida menghadirkan Healing Space di area duduk seperti itu, saya sedang merancang tempat sama di ruang kerja. Udah gak sabar nih nunggu hasilnya.

    BalasHapus
  18. kalo sepintas dilihat, mah ini seolah "ringkih" ya mbak. rentan gitu.
    tapi di Indonesia, ini solusi banget.

    Aku dan suami seringnya duduk di teras, nah masalahnya adalah, teras ini kan lalu lalang orang, jadi ga enak gitu

    BalasHapus