Di postingan sebelumnya, aku mencoba berbagi ide soal pencahayaan, sirkulasi udara, dan detil-detil di kamar mandi. Sekarang aku ingin mencoba berbagi ide lagi soal kamar. Ini bukan berarti kamar/rumahku bagus banget ya, karena pasti banyak sekali orang-orang yang mempunyai rumah yang bagus, luas, dan dengan dekorasi yang super keren. Hanya saja, setiap orang pasti mempunyai rumah impian, dan bagiku rumah ini walau bukan rumah yang sangat luas, tapi sudah cukup menjadi rumah impianku. Karena dari awal dibangun dengan ide-ide kami, dan selama 10 bulan dimandori sendiri oleh suami, yaitu sebelum dan setelah dia ngantor. 

Di rumah ini ada 3 kamar +1. Nah, 1 nya ini bisa dijadikan kamar juga walau kecil, tapi sementara ini masih aku jadikan tempat menaruh barang-barangku yang belum sempat aku susun. Yang ingin aku bahas sekarang adalah 3 kamar yang kami pakai. Kamarku, kamar si sulung, dan kamar si bungsu.

Part 1 ini membahas kamar utama dan detil-detilnya ya. 

Kamar Utama

Ukuran kamar utama ini adalah 4m x5m. Ukuran yang sedang-sedang saja. Tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.  Seperti yang aku ceritakan sebelumnya, bahwa ada satu sisi dinding kaca yang langung transparan ke kamar mandi. Tujuannya adalah, agar kamar utama lebih banyak mendapatkan sumber cahaya. 

Sebenarnya ide awalnya sumber cahaya hanya didapat dari pintu putih di ujung kiri yang ada di foto di bawah ini. 

                        
Foto diambil saat malam, jadi cahaya dari pintu putih tidak ada

Ternyata, setelah ditembok, kok ya kelihatannya kamar ini masih kurang cahaya. Maka, aku usulkan untuk menjebol kembali bata/temboknya lalu menggantinya dengan kaca tebal. Sebab, Kamar mandi mendapatkan cahaya dari taman, dan pastinya juga bisa menyebarkan cahayanya sampai ke kamarku. Dan benar saja, setelah tembok dijebol, kamar ini jadi lebih cerah dan bercahaya karena mendapatkan 2 sumber cahaya. Yaitu dari taman mini yang masuk melalui kaca pintu putih itu, dan dari kamar mandi yang juga mendapatkan asupan cahaya dari taman mini. 

Oya, sekedar informasi, taman mini ini masih kosong, lantainya pun masih semen biasa. Sengaja dibikin taman di sana, karena impianku memang bisa punya kamar dan kamar mandi yang ada taman kecil juga sebagai sumber cahaya. Doakan proses perampungan tamannya segera selesai ya, agar segera terlihat yang hijau-hijau dari balik jendela kaca kamar mandi dan kamar. 

Dekorasi dan interior rumah ini sebahagian beli baru, sebahagian DIY (Do it Yourself), sebahagian belinya di Mall Rongsok Depok, dan ada juga yang hasil hunting di toko antik, dan tempat penjualan limpahan kayu bekas bongkaran, oh. 

Aku ingin membahas barang-barang yang dibeli di Mall Rongsok, DIY nya suamiku, dan hasil hunting-hunting dulu ya. 

Sudah pernah dengar tentang Mall Rongsok yang ada di Depok belum? Kalau belum, silahkan mencari informasinya di youtube atau google ya, karena sempat masuk televisi nasional.  Nah, kebetulan nih, Mall Rongsok ini tempatnya tidak jauh dari rumahku. 
Waktu rumah ini masih dibuatkan pondasinya, kami sudah mulai hunting apa yang bisa dicari. Dan pertama kalinya masuk Mall rongsok ya karena ingin mencari-cari sesuatu yang kira-kira bisa kami pakai untuk rumah baru kami. 
Awal masuk, kami hanya melihat-lihat dulu, dan dasarnya penyuka komik dan buku, nemu komik jadul yang lengkap dan masih bagus, langsung aja aku beli. Kebetulan judulnya belum ada di koleksi komik kami. 

Nah, saat berkunjung yang kedua kalinya, kami mulai fokus dengan pencarian daun pintu dan parket lantai. Sayangnya daun pintu yang kayunya bagus-bagus sudah dibooked orang semua, sisanya tidak ada yang menarik hati. Namun, kekecewaan lumayan terbayarkan karena menemukan parket lantai yang kami suka. Kebetulan kami ingin lantai kamar utama dan mezzanine memakai parket agar lebih cozy. (Pembahasan soal mezzanine sebagai ruang perpustakaan akan aku bahas di postingan lain ya.)

Kami minta si mas-mas yang di sana untuk mengumpulkan parket yang masih bagus. Parket-parket ini bisa saja bekas bongkaran hotel dan lain-lain. Harganya sudah pasti lebih murah daripada parket baru. Selain parket, aku naksir sekali dengan sebuah kursi antik yang menurutku cantik banget kalau disandingkan dengan sofa ruang tamu. Keren kan ya kalo ada satu barang vintage yang eye catching dalam dekorasi sebuah ruangan. Sayangnya, harga yang ditawarkan masih lumayan mahal menurut kami. Mungkin, karena kayunya juga berasal dari kayu jati yang asli. Taulah ya, kayu jati itu makin tua makin bagus. 
Tapi sebenarnya, kursi itu tidak jadi kami beli ya karna belum butuh aja. Lah, saat itu rumahnya belum jadi.. kok malah mau beli furniture dulu .. xixixixi.

Penampakan parket lantai setelah dipasang

Kembali ke parket kayu ya, menurutku lantai parket di kamarku terpasang dengan rapi walau itu adalah parket bekas. 
Silahkan untuk wilayah jabodetabek sekali-sekali main ke Mall Rongsok, jangan mall baru terus hehehehe. Siapa tau pas datang ke sana, pas pula sedang ada barang yang bagus. 
Oiya, menurut cerita, mall rongsok ini juga sering didatangi artis-artis looh. Bisa jadi si artis jadi pembelinya, atau mereka ingin menjual barang-barang mereka.

Selanjutnya aku ingin membahas mengenai pintu putih dan gagangnya yang menjadi penghubung dengan taman. Pintu ini pun hasil dari hunting kami, dan pintu ini juga bukan pintu baru. Tapi yakinlah, kayunya sangat bagus. Yaitu terbuat dari kayu ulin yang sudah tua. Tau sendiri ya, sekarang ini susah sekali mencari kayu ulin yang tua. Seringnya masih muda udah dijadikan daun pintu. Kayu ulin ini dikenal tahan banting walau terkena hujan dan panas. Aku pernah memakai bahan kayu ulin untuk penyangga kanopi garasi rumahku saat masih di Banda Aceh. Kayu ulin ini luar biasa kuatnya. 



Kusen dipasang di semua pintu termasuk pintu ini.

Nah, pintu dan tempat penjualan bongkaran kayu-kayu ini ditemukan oleh suamiku saat dia jalan pagi di sekitar rumah. Lagi-lagi nemunya di dekat rumah yaa. Letaknya di sebelah Tol kukusan, dekat pintu masuk. (Mall rongsok tadi juga sebenarnya dekat pintu masuk Tol kukusan ya). 
Dari luar, tempat penjualan kayu bekas bongkaran ini tampak biasa aja. Namun, ketika masuk ke dalam. Suami dikagetkan dengan tumpukan kayu ulin di sisi kanan. Selain kayu ulin, ada juga banyak jenis kayu lain. Tapi yang pasti semuanya adalah bekas bongkaran rumah lama atau bangunan. Sepertinya kayu-kayu ini kemudian dibuat furnitur lagi sesuai permintaan konsumen. Saat itu aku melihat mereka sedang mengerjakan meja belajar. 

Langsung saja, kayu-kayu ulin yang ada kami borong untuk dijadikan kusen pintu. Sulit banget loh mendapatkan kayu ulin yang sudah tua di perkotaan begini. Selama proses pembuatkan kusen pintu, terkadang kami masih ke sana untuk ngecek-ngecek jenis kayu lain. Ada beberapa kayu jati tua yang kami beli, dan sampai sekarang masih tersimpan. Tadinya mau kami jadikan sebagai dekorasi lampu hias/malam di kamar sesuai gambar yang kami lihat di pinterest, eh tapi kemaren paksu menemukan bentuk night lamp lain di pinterest, dan akhirnya malah bikin sesuai bentuk penemuan ke-dua. 

Saat memilih-milih kayu jati dan sambil ngeceek pembuatan kusen, tiba-tiba mataku tertuju pada sebuah pintu tua berwarna hijau. Pintu ini seperti pintu betawi-belanda. Kayunya juga kayu yang bagus kata suamiku. Pintu itu kami beli juga namun kami minta ditambah tinggi bagian bawahnya karena tinggi pintu menuju taman mini ini lebih tinggi dari pintu tua ini. 
Setelah tingginya ditambhan, pintu lalu dicat berwarna putih. Proses pengecatan dilakukan oleh tukang yang membuat rumah. Kaca pintunya juga bisa dibersihkan dan dibuat kincong. Dan jadilah seperti pintu baru yang menurutku sih unik. 

Lanjut ke gagang pintunya, gagang pintu tua ini aku beli terpisah di rentetan toko barang antik di Jakarta. Berasa pas aja gitu pintu tua ketemu sama gagang antik 😀.

                                   
                       Penampakan pintu sebelum di cat, sudah ditambah tingginya di bagian bawah.

Penampakan pintu setelah dicat dan dipasang

Ada nggak ya yang penasaran dengan night lamp di dinding dan dipan kayu sebagai alas kasurku ini? Penasaran ataupun nggak ya tetap aja ingin aku ceritakan .

Dipan kayu ini hasil karya suamiku dibantu tukang. Kayunya berasal dari kayu jati belanda yang kemudian dibakar oleh suamiku menggunakan Torch Gas agar keluar motifnya. Nah sebenarnya penggunaan kayu jati belanda yang dibakar ini adalah untuk pintu-pintu di rumah ini, dan dipan ini menggunakan sisa stock kayu yang masih lumayan banyak walau semua pintu sudah dibikin. 
Daripada kayunya nggak terpakai, ya sudah kami buat aja jadi dipan. Suamiku menanyakan ingin bentuk seperti apa, dan aku mencarinya di pinterest, ketemulah bentuk dipan sederhana ini. Dan aku suka. 

Oiya, untuk keseluruhan rumah ini, adalah berdasarkan yang aku mau... lalu digambar oleh suamiku, dan dicari cara pembuatannya juga oleh suamiku. Eksekusinya sudah pasti sebahagian bersama tukang ya. Misalnya, Pintu depan rumah dan pintu taman di depan dapur yang belum pernah aku posting disini adalah permintaanku, lalu suamiku mencari-membaca-dan mengeksekusinya agar sesuai dengan yang aku inginkan. Ntar ya, Soal pintu ini juga akan aku bahas di postingan lain juga. 

Selanjutnya adalah night lamp di dinding. Night lamp itu adalah hasil DIY yang dibuat sendiri oleh suamiku. Night lamp ini sudah pernah aku bahas di Instagramku @pidafida. Tapi aku coba jabarkan disini lagi ya. 

Paksu menemukan model lampu ini di pinterest, dan lalu dia tunjukkan ke aku. Aku langsung suka.. karena modelnya yang industrial dan bisa bikin kamar kelihatan manis.
Ini gambar yang dilihat suamiku di pinterest:

Foto dari Pinterest


Nah, bahan-bahan untuk membuat lampu ini adalah:
Pipa paralon 1/2"
T-dus
Dop pipa ukuran 1,5"
Lem tembak
Lampu LED
Adaptor
Kabel secukupnya
Cat
(Langkah-langkah pembuatannya nanti aku bahas di postingan lain ya)


Beginilah lampu hias/nighlamp yang sekaligus jadi walldecor setelah dipajang di dinding kamarku.



Selain yang aku ceritakan diatas, beberapa furnitur dan barang di kamar ini memang aku beli/baru. Sekedar informasi, siapa tau tertarik beli yang sama, untuk rak tas dan gantungan baju suamiku itu, aku beli online di Bukalapak (Buka Mall Livien)
Lalu kasurnya itu memang agak spesial harganya. Berhubung untuk yang lainnya dicoba untuk dihemat-hemat, maka untuk kasur yang notabene berhubungan langsung dengan tubuh dan kenyamanan, kami memilih merk King Koil

Memang harganya lumayan pricy, tapi kami memilih kasur ini sebab kebutuhan pula selain kenyamanan. Mengingat umur sudah kepala 4, punggung juga kadang suka sakit kalo bangun tidur, terlebih aku yang punya penyakit penyempitan saraf di punggung, maka memilih kasur ini untuk kesehatan punggung pula. 

Oya, hanya sekedar informasi, untuk yang punya sakit penyempitan saraf, sangat tidak direkomendasikan untuk tidur di kasur yang sangat empuk alias mantul-matul gitu. Malah dianjurkan tidurnya harus ditempat yang rata atau keras atau papan. Nah, aku tuh nggak kuat kalo harus tidur di papan atau yang keras-keras banget. Jadi milihnya memang kasur khusus terapi punggung dan saraf kejepit juga. 

Jadi versi kasur King Koil yang aku pilih pun bukan yang endul-endulan kalo dipake buat lompat-lompat, kami pilihnya yang memang versi nyaman untuk punggung dan saraf kejepit.
Ngomong-ngomong, kasur untuk punggung atau sakit saraf kejepit tidak hanya merk King Koil ya. Ada banyak merk lain yang jauh lebih terjangkau harganya. Saat masih di Banda Aceh aku pernah menggunakan merk lain, dan cukup bagus juga kok. Tapi aku lupa merknya apa. 

Di postingan sebelumnya ada yang bertanya mengenai sprei, "Beli spreinya di mana?". Nah, kebetulan aku juga punya online shop yang menjual sprei, mukena, dan gamis produk sendiri. Jadi sprei juga bisa dipesan by request ukurannya. 
Untuk melihat-lihat bisa mengunjungi https://www.instagram.com/aufadina_store/. Dan jika ada yang ingin ditanyakan lebih detil, jangan sungkan untuk klik link whatsapp di bio. Atau yang sudah tau nomor WA saya melalui grup blogger, wapri aja untuk sekedar tanya-tanya ya. 

Kalau dilihat-lihat foto-foto di atas, belum terlihat ya di mana letak lemari pakaiannya, lalu dimanakah letak lemarinya?

Lemari pakaian terletak di depan pintu kamar. kebetulan kamarku ini tidak murni berbentuk bujur sangkar. Ketika membuka pintu kamar, ketemunya langsung lemari. Berhubung baru pindah, furniture yang ada juga masih yang wajib/primer dulu. 


Lemarinya masih lemari yang aku bawa dari rumah lama, dan belum ada penambahan dekorasi apa-apa di sini. 

Selanjutnya untuk kamar yang lain akan aku bahas di part 2 ya. Dan semoga apa yang aku bagikan bisa bermanfaat untuk pembaca.

25 Komentar

  1. bagus mbak! yg ptg qt mah rajin-rajin nyari referensi ya...biar ruangan bisa terlihat instagramable

    BalasHapus
  2. Bagus mbak.
    Wah keren banget bisa bikin interior rumah sendiri dgn sekece itu

    BalasHapus
  3. Inspiring, kamar memang harus nyaman dan ditata biar makin kerasan hehe
    Btw mau juga ah blanja di tpt second, bisa dpt brg bagus

    BalasHapus
  4. Aku suka dekorasi rumahnya Mbak. Tampak elegant. Warna putih di pintu jadinya bagus, ya. Saya juga udah cat warna putih buat pintu depan. Kamar tidurnya tampak nyaman. Suka, deh

    BalasHapus
  5. Keren banget desain interiornya. Setauku kita butuh sirkulasi cahaya dan udara minimal 20 persen dari luas ruangan. Jadi sepertinya masih butuh ventilasi, ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar mbak, tapi kami tidak memakai ventilasi, sebab diluar kamar pun serba terbuka konsepnya. (ada taman di dalam rumah). Jadi jika sudah pagi sampai sore, tinggal membuka pintu menuju taman mini di dalam kamar dan pintu dari kamar menuju ruang tengah yang ada tamannya.

      DI kamar mandi juga ada jendela kaca besar yang terhubung dengan taman mini yang ada di kamar. Kalau sudah pagi, jendelanya biasanya saya buka dulu, agar udara di kamar mandi juga berganti. Postingan mengenai aliran cahaya dan cahaya di kamar mandi ada di postingan sebelumnya.

      Hapus
  6. wuah konseptual binggo ya mba ide kamarnya. bagus. simpel. tpi ttp nyaman ditmpati.

    BalasHapus
  7. Seneng yaaaa kompakan sama pasangan buat menata dan menghias rumah. Mimpiku juga begitu kelak. Karena aku juga menyukai desain interior pengennya punya pasangan yang berminat juga. Keren Mbak! Pasti puas banget ya punya rumah yang ditata sendiri

    BalasHapus
  8. Bagus mba ala-ala pinterest. Andai di Jogja ada tempat semacam Mall Rongsok (ehh atau ada ya)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo yogya sihhh gudangnya pernak perniiiik... apalagi buat rumah

      Hapus
  9. Aku suka banget model pintunya. Klasik gitu.. apalagi kalau kenopnya yang kuning kayak tembaga gitu mba. Eh kok kenop, handel pintu ya namanya *duh gimana sih aku 😁😂

    BalasHapus
  10. Interiornya cantik deh. Seru juga ya berburu barang-barang untuk interior rumah.

    BalasHapus
  11. Demen sama lantainya, ah ini mah jadi inspirasi nih bagian dalam rumahnya, seperti yg waktu bagian kamar mandinya Kak Fida.. Asik..

    BalasHapus
  12. Desain kamarnya bagus banget Mbak, bener-bener ditata dan dipikirin dari awal ya, mantul. Jadi inspirasi nih buat emak-emak biar bikin kamar cantik dan betah hihi

    BalasHapus
  13. Tapi dengan minimnya dekorasi Tampak lebih luas dan minimalis ya Mbak. Saya justru ingin pas buka pintu itu penangkapan kamar cuma tempat tidur saja gitu. Ada meja pun ingin minimalis juga. Tapi apa daya, selain tumpukan mukena, sarung dll, juga banyak perintilannya yg meski berusaha ingin dihilangkan, eh ada lagi dan lagi.hahaha

    BalasHapus
  14. Minimalis dan rapi banget Mbak. Suka lihatnya, Aku lagi decluttering aja nggak beres-beres nih :D

    BalasHapus
  15. Ulin memang termasuk ke dalam kayu kelas awet I, sama dengan jati. Jadi, ya sudah pasti kuat dan awet. Bagus mba kamar utamanya. Ibu cerdas ini.

    BalasHapus
  16. Ya ampun, cakep banget mbak. Next, kamar mandi donk mbak. Kemarin baca di IGnya mbak fida cuma sekilas aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kamar mandi udah dibahas di postingan sebelum ini mbak..
      Ini ya link nya https://www.mamafida.com/2020/06/ide-kamar-mandi.html
      :)

      Hapus
  17. Bagus Mbak kamarnya 😊. Aku juga mau banget tuh mendekor rumah tapi rumahnya belum ada hahaha... masih numpang di rumah mertua soalnya

    BalasHapus
  18. Desain rumahnya cantik banget....ruangan di kamarnya juga cantik semua.

    BalasHapus
  19. Keren banget ini mba penampakannya. Kamarnya bagus. Aku pengen juga bikin kayak gini..tapi sayang Budget nya belum nyampe heheheh
    . Terimakasih mba bisa buat referensi aku nanti :)

    BalasHapus
  20. Barang rongsokan akan berguna bagi kita jika di permak, di cat dan di beri ide. Wow kamar utama jadi ciamik lain daripada yang lain.

    BalasHapus
  21. Wah, menginspirasi sekali. Btw, kalau kamar cuma 3 x 3 m gitu susah banget dibikin rapi. Sempit. Mana udah permanen lagi. Lain kali keknya minimal 4 x 4 lah bikin kamar ya jadi lumayan bisa gerak. Haha!

    BalasHapus
  22. Inspiring. Aku malah belum pernah terpikir mencari kebutuhan merenovasi rumah selain dari toko bangunan. Baca tulisan ini dan kamar mandi yang kemarin wawasanku jadi terbuka. Oalah, bisa banget dong ya dapat bahan berkualitas tapi harga terjangkau. Tapi tentunya butuh waktu lama jadinya buat cari referensi sekaligus meluangkan waktu kesana.

    BalasHapus